Jumat, 11 Januari 2013

Sepi

Siang terik, cerah, terang..
kontras..
jiwaku kelam, mendung, gelap..
cahaya itu mungkin kehabisan dayanya..
cahaya itu mungkin lelah.. redup..
atau dia bosan menerangiku ?
entahlah..

di malam yang gelap, aku makin buta..
aku tak bisa melihat sama sekali..
yang aku tau hanya kesedihan yang tersisa dan yang datang..

tanpa cahaya, aku gelap..
aku tak bisa melihat, membaca, aku takut..
karna aku sendiri.

tegakah satu satunya cahaya dalam gelapku pergi ?
meninggalkan aku sendiri ditempat yang tak aku ketahui,
gelap dan sendiri..
tegakah dia membiarkan aku tersesat ?

aku akan diam..
diam..
diam..

entah sampai kapan. karna aku tau, usahaku sia-sia..
seberapapun aku mencoba.. aku selalu gagal..
aku tak akan pernah bisa mengubah takdir.
dan aku hanya akan diam...
meski artinya, aku akan tetap tersesat sendiri disini....

Minggu, 06 Januari 2013

Awan


Aku ingin seperti awan..
Mengambang bebas di atas sana..
Terlihat begitu tenang tanpa beban..
Jauh dari bumi, tempat yang membuat penat.
Jauh dari kesibukan..
Jauh dari pandangan miring orang-orang.
Hanya mengambang bebas mengikuti angin.
Tenang..

Aku ingin seperti awan..
Aku ingin menjadi awan..
Yang dapat lenyap menjadi hujan ketika beban telah terlampau banyak.

Seperti awan..
Dapat meneduhi banyak orang dari terik matahari..

Dapat menyentuh langit..
Menggapai bintang..

Aku tak bisa menjadi awan..
Aku tak bisa seperti awan..

Tapi, bisakah aku berada disana ?

Kenyataan

Takut itu ada banyak macemnya..
Takut ketinggian, takut gelap, takut sama hantu..
Dan ada juga ketakutan yang lebih dalem dari itu..
Takut kehilangan, takut kegagalan, atau takut akan kenyataan..


Semua itu rasa takut, tapi ternyata banyak macemnya.


Hmm..
Rasa takut akan kenyataan..
Kenapa? Kenapa kenyataan ini harus ditakutin?
Apa karna gamau kenyataan ini jadi ngga sesuai sama yang diharapkan ?
Tapi, itukan adalah takdir..
Itu artinya, kita ada dijalan yang salah, dan dituntut untuk kembali ke kenyataan yang telah ditentukan.


Anyway, takut sama kenyataan berarti takut sama takdir.
Apa bisa hidup kalo takut sama apa yang akan terjadi ? No way !
Hidup itu tantangan dan perjuangan..
Yang kuat akan menang dan yang kalah akan tumbang !


Tapi, aku ..?
Aku takut sama kenyataan..
Aku menghindar dari kenyataan..
Aku diam disini karna terhalang kenyataan..
Padahal aku belum tau, apakah kenyataan itu memihak atau nggak..


Dan aku berfikir..
Apa aku harus berani melewatinya,
atau cari jalan lain untuk terus berjalan..


Dan yang aku pilih, bukan keduanya..
Kenyataan itu mungkin akan mendekat dengan sendirinya seiring waktu yang berputar..
Dan nanti, aku akan tau..
Saat kenyataan itu menelan tubuhku kedalamnya..

Sabtu, 05 Januari 2013

No Air

If I should die before I wake
Jika aku harus mati sebelum aku bangun
It's cause you took my breath away
Itu karena kau yang mengambil nafasku
Losing you is like livin in a world with no air
Kehilanganmu rasanya seperti hidup di dunia tanpa udara

I'm here alone didn't wanna leave
Aku di sini sendiri, tak ingin pergi
My heart won't move it's incomplete
Hatiku tak mau bergerak, hatiku tak lengkapWish there was a way that I could make you understand
Andai ada cara aku bisa membuatmu mengerti

But how do you expect me
Tapi bagaimana kau mengharapkanku
To live alone with just me
Untuk hidup sendiri dengan diriku
Cause my world revolves around you
Karena duniaku berputar di sekelilingmu
It's so hard for me to breathe
Sangat sulit bagiku bernafas

Tell me how I'm supposed to breathe with no air
Beritahu bagaimana aku harus bernafas tanpa udara
Can't live can't breathe with no air
Tak bisa hidup, tak bisa bernafas tanpa udara
It's how I feel whenever you aint there
Itulah yang kurasa tiap kali kau tak ada
Theres no air no air
Tak ada udara

Got me out here in the water so deep
Keluarkan aku dari air yang dalam ini
Tell me how you gone breathe without me
Beritahu aku bagaimana kau bisa bernafas tanpaku
If you aint here I just can't breathe
Jika kau tak di sini, aku tak bisa bernafas
Theres no air no air
Tak ada udara
No air air x4
Tak ada udara

I walked I ran I jumped I flew
Aku berjalan, aku berlari, aku melompat, aku terbang
Right off the ground to float to you
Dari tanah mengambang padamuThere's no gravity to hold me down for real
Tak ada gravitasi yang bisa menahanku

But somehow I'm still alive inside
Tapi entah bagaimana jiwaku masih hidup
You took my breath but I survived
Kau ambil nafasku tapi aku bertahan
I don't know how but I don't even care
Aku tak tahu bagaimana tapi aku sama sekali tak peduli

Kamis, 03 Januari 2013

autumn in paris' ending :')

Tatsuya, kemari !
ayo kita pergi ke taman. kita lihat pohon-pohon yang berguguran.
sekalian aku ingin menghabiskan hari-hari hanya bersamamu.

Tatsuya...
ayo kita pergi !

kenapa kamu malah diam.
ayo bangun. jangan tutup matamu.
kau tidak lihat ? betapa indahnya musim gugur ini.
ayo kita mengelilingi kota paris.
Tatsuya, kumohon...
ayo, lihat aku.
Tatsuya, buka matamu.

Tetesan air membasahi wajahku.
Aku kemudian terbangun.
Oh tidak, itu hanya mimpi.
Ku tarik nafas dalam-dalam.
Tatsuya sudah pergi, Tatsuya sudah tiada.
Kemana harus kucari Tatsuya?

Ke taman ?
Tak ku temukan dia disana.
Ke apartemennya?
Tidak ada juga.

Seseorang berkata padaku :
"Tara, beberapa malaikat telah membawa tatsuya pergi. Kurasa, dia akan bahagia. karena itu, kamu harus bahagia juga. Kejarlah kebahagiaanmu, Tara."

Kuterdiam.
Malaikat ? Mendengar kata itu aku lega. Aku lega karna pada akhirnya kamu berada di tempat yang seharusnya, yaitu... Surga.

Satu hal yang kurasakan sekarang adalah,
Aku merindukanmu, Tatsuya.
Tunggu aku disana.
Tunggu aku bersamamu di surga kelak.