Senin, 07 Desember 2015

Malam

Selamat tidur cintaku yang tak tergapai..
Aku memelukmu dengan rindu yang tak tersampaikan..

Kembali

Rindu terselip diantara kata-kata yang sangat biasa di pesan itu. Apa kita nggak pernah bisa menembus tembok itu lagi?
Buat apa susah-susah menembus tembok padahal ada gerbang di sisi nya.

Minggu, 06 Desember 2015

Warna Hujan

Aku melihat tetesan kenangan, semua yang terjadi di musim hujan dua tahun lalu.
Hujan seperti tempat yang nyaman buatku. Bisa mengingat-ingat banyak kehangatan. Walaupun semuanya dimasa lalu.

Cerita yang terlalu rumit dan terlalu panjang untuk dijabarkan.
Hanya kita.
Kita yang tau.
Semua kenangan indah di musim hujan.

Kini, kenangan itu hanya sebatas kaset yang diputar ulang terus-menerus dalam ingatanku.
Akankah kita bisa mengulang lagi semua kenangan itu?

Aku cuma sering terbayang, duduk-duduk di beranda bersamamu menatap hujan.
Lalu kita sama-sama teringat musim hujan tahun terakhir SMA.

Mungkin jika itu benar benar terjadi, aku telah menjadi wanita paling bahagia di dunia.

Sabtu, 05 Desember 2015

117 km

Saat jarak membentang, darimu hingga ke orang yang kau cinta, bagaimana?
Namun, dia cuma orang yang kau cinta. Bukan kekasih. Bukan siapa-siapa.
Dia tak memanggapmu apa-apa.
Tapi kau menganggapnya amat spesial.

Yang kau rasa pastilah
Rindu yang sesak.
Rindu sendirian.
Tahan sendirian.

Bertanya-tanya apa yang jauh disana pernah terlintaskan dirimu.
Walaupun hanya satu detik.
Ataupun setengah detik.

Comeback!!!

Memutuskan kembali setelah lama pergi. Mungkin karena yang dirasa sudah nggak tertampung lagi. Somehow I missed my blog. Penuh kenangan Dan cerita. Here I can be myself tanpa mempedulikan tanggapan siapapun.
So from now on, semoga bisa menuliskan apa yang dirasa lagi, dengan gaya penulisan kaya dulu.

Welcome back, me.